Detak waktu detak jantungku

Detak waktu detak jantungku

            Senja sore kala itu, terlihat seorang wanita terpaku di pesisir pantai dengan lamunannya. Wajahnya pucat pasi menggambarkan kesedihan dan kepiluannya.
“Flow...”ucap seorang wanita yang sering di panggil dengan sebutan Lusy.
“Lusy?ada apa,kau mengacaukan laguku...”ucap Flow pada Lusy.
“kau menyanyi?tapi aku tak sedikit pun mendengar lagu darimu?”balas Lusy.
“kan aku bernyanyi dalam hati, sejak kapan kau di situ?”senyum yang mungil mengembang di bibir Flow yang pucat.
“sejak tadi, sejak kau bernyanyi! Aku khawatir denganmu, ayo pulang”jawab Lusy.
“aku lemas Lusy... rasanya tak akan kuat bila harus berjalan”rintih Flow pada Lusy.
“aku gendong ayo cepat naik....”ucap Lusy sambil membungkukkan badannya supaya Flow dapat di gendongnya.
“baiklah, maukah kau membantu ku?”sahut Flow.
“tentu, bantu apa?”
“aku takut Lusy, aku takut detak jantungku tak bisa bertahan hingga nanti.”ucap Flow dengan lemas.

            Tiba-tiba Lusy menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan Flow.
“smua orang pasti akan mati, kau jangan takut akan kematian itu, aku akan selalu di sampingmu Flow”
“hemmm kau janji?”jawab Flow.
“ya tentu aku janji...”balas Lusy.
“tolong jaga Dirga untukku...”

            Suasana menjadi hening, tak ada lagi percakapan antara mereka berdua hingga sampai di dalam mobil. Waktupun cepat berlalu, pukul 19:30 Flowra menghembuskan nafas terakhirnya saat mereka berada persis dalam perjalannan pulang. Sedangkan Lusy belum menyadari kepergian Flowra, ia sibuk memikirkan apa yang di maksud dengan omongan Flowra. Tentang ia harus menjaga Dirga. Sedangkan Dirga adalah pacar Flowra dari ia SMA hingga sekarang. Dan hubungan itu sudah berjalan selama 4 tahun lamanya, walu mereka kembar tetapi tetap saja mereka berbeda. Flowra memiliki bola mata berwarna coklat dengan rambut hitam yang  ikal. Sedangkan Lusy, memiliki bola mata berwarna hitam dengan rambut hitam yang lurus. Akhirnya Lusy mencoba menanyakannya pada Flowra.

“Flow...aku masih tak mengerti, apa maksud pembicaraan mu tadi,”hening tanpa ada balasan dari Flowra.
“Flow, jawab aku? Flowra...”Lusy menghentikan laju kendaraannya seketika.
“Flow kau tertidur ya?”dengan hati-hati Lusy meletakkan tangannya di dada Flowra.

            Dengan tampang panik dan kaget Lusy menangis seketika tentang kepergian sodaranya. Dan ia pun segera menelpon pihak rumah.
“kring....kringgg...”dering telpon di ruang tamu berbunyi.
“iya hallo?di sini dengan pihak keluarga Pak Jayadi, dengan siapa ini?”
“hiks...hikss...bi tolong jemput kami di rumah sakit, Flowra meninggal dunia bi” Tiba –tiba di seberang sana hanya terdengar suara isak tangis.

2 bulan kemudian.

             “Flow.... aku ingin bertemu denganmu, aku rindu...”ucap Dirga untuk Flowra dari seberang sana melalui telpon.
“tapi...aku tak bisa Dirga, maaf”jawab seorang wanita di seberang telpon itu.
“kenapa?kau tak lagi mencintaiku?”balas Dirga.
“oh, baiklah aku akan menemuimu, kau ada di mana sekarang?”
“taman, tempat biasa kita bertemu,”ucap Dirga bahagia.
Akhirnya, Lusy memerankan peran Flowra yaitu menjadi pacar Dirga.

            4 bulan telah berlalu. Selama ini tak ada yang kacau, semua berjalan dengan baik. Hingga suatu hari Dirga memergoki Lusy sedang memakan udang.
“kau suka udang?”tanya Dirga.
“tentu, ini enak sekali....”
“bukankah kau arelgi?! Sejak kapan alergimu sembuh terhadap udang?”
“eh...ehm sejak kapan ya? Ku rasa sejak aku sembuh....”jawab Lusy terbata-bata.
“oh syukurlah kalau begitu...”balas Dirga dengan curiga.
“Lusy lupa kalo Flowra alergi terhadap udang dan Lusy kira Dirga tidak mencurigainya.
“bi aku pulang,” celetuk Lusy di depan rumahnya.
“eh non Lusy ? udah pulang? Ayo masuk non, oh yaa bibi akan buatkan minuman buat temen non di depan..”
“huss.. ini Flowra bi, bibi bicara apa sih? Lusy kan udah meninggal, gara-gara gagal ginjal” jawab Lusy panik.
“emm tapi? Eh maaf non .. bibi salah”
“bibi kamu pikun yaa, Flow? Haha oh ya, terakhir aku bertemu dengan Lusy 7 bulan yang lalu ketika kamu donorin ginjal untuknya” ucap Dirga dengan serius.
“hemm iya.. tapi akhirnya ia kalah melawan penyakitnya..” jawab Lusy lemas.
“sudahlah jangan sedih kan masih ada aku..”
7 bulan telah berlalu akhirnya kebohongan Lusy terbongkar oleh dirga, tapi Dirga hanya bisa diam dalam tangisan, atas apa yang telah terjadi sesungguhnya. Lusy belum tahu kalau Dirga telah mengetahui semuanya yang dia lakukan pada Dirga. Sabtu sore itu Dirga mengajak Lusy pergi ke sebuah mall ternama di kota itu.
“sudahlah Lusy.. kau tak perlu seperti ini lagi pada ku..” ucap Dirga.
“apa maksud mu? Aku ini Flowra, Lusy itu sudah tiada.. Dirga, masa kau lupa?” Lusy terus saja bersandiwara di depan Dirga.
“Aku sudah tahu, kau bukan Flowra. Melainkan Lusy, aku juga tahu bahwa Flowra meninggal karena gagal ginjal, dan sedangkan saat itu dia hanya mempunyai satu ginjal, dan ginjal yang lain telah di donorkan kepada mu satu tahun yang lalu, karena kau juga pernah mengalami gagal ginjal..” protes Dirga pada Lusy.
“ahh.. maafkan aku Dirga, aku telah membohongi mu selama 7 bulan ini.. maafkan aku, karena Flowra menyuruh ku untuk menjaga mu, jadi aku melakukan ini untuk menjaga perasaan mu.” Jawab Lusy dengan cemas.
“tidak ! kau salah, perasaan ku kini semakin kacau Lusy..” balas Dirga.
“maafkan aku.. Bukan maksud ku membohongi mu,” selesai Lusy bicara dengan Dirga, Lusy pun mencoba kabur dari Dirga.
            Akhirnya Dirga melaporkan Lusy pada pihak berwajib atas tuntutan penipuan. 2 tahun telah berlalu, hari ini adalah hari di mana Lusy bebas dari penjara.
“tin..tin..!” suara klakson mobil, ternyata itu adalah mobil Dirga yang dari tadi telah menunggu Lusy dari tadi.
“Dirga,?” ucap Lusy dengan heran.
“ayo Lusy.. masuklah, aku yang menjemputmu hari ini,” balas Dirga.
Dengan senyum yang manis, Lusypun akhirnya masuk kedalam mobil Dirga.
“kita mampir ke restoran dulu yaa? Aku lapar..” Celetuk Dirga mengagetkan Lusy.
“oh iya baiklah..tapi Dirga? Apa kau tidak lagi membenci ku?” celoteh Lusy heran.
“untuk apa aku terus membenci mu..? aku sudah memaafkan mu, ku rasa kau juga sudah tahu atas kesalahan mu.” Jawab Dirga.
“terimakasih telah memaafkan ku..” senyum yang manis mengembang di bibir Lusy dengan tulus.

            Sesampainya di restoran, terlihat sebuah spaduk yang bertuliskan “SELAMAT DATANG
 LUSY” ternyata semua temannya dan keluarganya telah menantinya di sana.
“Lusy ada yang ingin aku bicarakan pada mu..” ucap Dirga.
“Dirga, kau mau bicara apa? Katakanlah..” sahut Lusy.
Sambil mengeluarkan cincin, Dirga pun melamar Lusy.
“aku mencintai mu, will you marry me?” ucap Dirga tulus pada Lusy.
“apa? Apa kau serius.. tapi aku telah membohongi mu,” sahut Lusy terkejut.
“aku tulus mencintai mu. Demi allah aku ingin menikahi mu..” janji Dirga pada Lusy.
“aku terima, Demi allah aku juga mencintai mu.” balas Janji Lusy untuk Dirga.
Akhirnya mereka berdua menikah dan hidup bahagia.


                                                            Tamat.

Komentar

  1. Harusnya Luai yang membenci Dirga karena sudah menjebloskan dia ke penjara.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

harga dari sebuah kepercayaan

imajinasi

Frozen Heart