Surat terakhir (cerpen)
Semua berawal dari pertemuan dia dan kamu..
seakan aku muak dengan sikap mu yang manis padanya. tidak kah kau mengerti? aku di sini yang selalu ada untuk menunggu, mendukung dan menyayangi mu. tapi apa? yang aku dapat hanya gusaran, dan amarah dari mu. tetapi dengan bodohnya, aku selalu sabar menghadapi mu..
Lihat lah aku.. aku yang selalu ada di sini..
apa kau benar-benar tak peduli pada ku? dan kau lebih peduli padanya? baiklah, akan ku tunjukan pada mu apa yang namanya peduli.. jangan salahkan aku bila kau tersakiti olehnya. sekarang, bila aku membunuh mu.. apa aku bisa menyelamatkan hati mu? tapi, bila aku membunuh dia.. kurasa sama saja aku menghancurkan hati mu.. jadi, jalan terakhir untuk menunjukan rasa peduli itu pada mu, dengan cara aku bunuh diri?
yaaaa... bila itu jalan satu-satunya, akan ku lakukan demi diri mu.
Ingatlah satu hal.. aku akan selalu mencintai mu dan aku akan selalu mengawasimu..
suatu saat nanti, bila kau tahu siapa sebenarnya dia.. jangan pergi mencari aku, karena hati mu akan hancur bila melihat keadaan ku yang mengenaskan ini, karena aku tahu siapa sebenarnya dia dan kamu..
ini adalah surat terakhir ku untuk mu, mungkin bila kau menerimanya, saat ini aku telah tiada..

Waw kanibal dan desa kanibal ya? ._.
BalasHapus