The Beautiful night
Malam ini adalah malam yang indah untuk ku, aku harap semua rencana gila ini berhasil dengan sukses.. aku bergegas ke tempat tongkrongan, dimana biasa aku berkumpul, bercanda, tertawa bersama teman-teman ku.. tak ku sangka ternyata semua teman-teman ku telah menanti ku disana, tak banyak bicara aku langsung menghampiri mereka dengan senyum yang mengembang di bibir ku. "Cie, Mr.boy udah siap nih?" ledek seorang teman dari arah samping ku. "Gimana boy? udh siap.. eh tapi siapa sih cewek itu?" tanya teman ku yang lain pada ku.. setelah itu, bertubi-tubi aku menerima hantaman pertanyaan dari mereka.
Memang minggu-minggu ini aku sedang dekat dengan seorang wanita yang sudah ku incar beberapa bulan lalu, dan malam ini semua teman-teman ku menantang ku, untuk meminta wanita yang sedang dekat dengan ku itu menjadi kekasih hati ku.. dengan lantang aku menjawab "Oke siapa takut..!". Dan malam ini, adalah malam pembuktian.. Aku sudah menyiapkan semuanya dengan mantap, lalu aku ajak wanita itu ke sebuah taman yang sudah ku persiapkan untuknya.. dengan mantap ku nyatakan padanya bahwa ku mencintainya.. dengan perkataan yang lembut, dan ku mengucapkan "Mau, k..ka..kah, kau.. ja..di.. ke.. kas..sih ku?" dengan sedikit terbata-bata ku mengucapkanya. dan dengan lantang, dia menjawab... "Tidak! maafkan aku..".
Jawaban yang terasa membunuh ku, seketika aku hanya bisa tersenyum dan menjawab perkatanaanya dengan apa adanya.. sudah beberapa bulan aku tidak menguhunginya lagi semenjak malam itu, lalu karena rasa kepo ku yang mendalam tentangnya. aku coba mencari tahu tantang dia melalui teman-temannya, lalu semua rasa kepo berubah menjadi rasa sesal yang begitu mendalam, aku mendapatkan info tentangnya dari seorang wanita yang mengaku sebagai teman akrabnya. Bahwa dia telah pergi ke dunia lain, beberapa minggu yang lalu karena penyakit kanker ganas yang telah menggerogoti tubuhnya beberapa tahun terakhir. tiba-tiba air mata ku luluh berlinang, kini aku mengerti mengapa malam itu dia menolak ku.. walau dia tak pernah mengatakannya bahwa dia juga mencintai ku, tetapi aku tau karena kini kita telah bersatu..
gimana sobat? seru.. tunggu lagi yaa cerpen-cerpen saya..
sampai jumpa lagi :D oke bye..
Ini cerita dari sudut pandang si cowok kan?
BalasHapusTapi kok si cowok yang meninggal?
Hm, I like this story..
Sudah bagus menurutku..
Cuma sedikit kurang suka di kata "kepo"...
Karena kalimat yang lain ga ada yg pakai kata gaul..
Jadi mungkin bisa diganti jadi rasa ingin tahu Atau rasa penasaran..
Tapi after all, bagus..
Jangan berhenti menulis ya... :)